Thursday, 21 January 2016

Lirik Janam Janam (Dilwale 2015) - Malay Subs

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl بِسْــــــــــــــــــمِ-اﷲِالرَّحْمَنِ-اارَّحِيم

Janam Janam Janam Saath Chalna Yunhi (di setiap kelahiran kita akan berjalan bersama seperti ini) Kasam Tumhe Kasam Aake Milna Yahin (kubersumpah padamu akan datang menemuimu di tempat ini) Ek Jaan Hai Bhale Do Badan Ho Judaa (meski raga kita berbeda namun jiwa kita satu) Meri Hoke Hamesha Hi Rehna (setelah kau menjadi milikku tetaplah bersama selamanya) Kabhi Na Kehna Alvida (jangan pernah ucapkan selamat tinggal) Meri Subah Ho Tum Hi (kau adalah pagiku) Aur Tum Hi Shaam Ho (dan kaulah pula senjaku) Tum Dard Ho (kau adalah deritaku) Tum Hi Aaraam Ho (kaulah pula pelipurku) Meri Duaaon Se Aati Hai Bas Yeh Sadaa (hanya inilah suara yang bergema dari doa-doaku) Meri Hoke Hamesha Hi Rehna (setelah kau menjadi milikku tetaplah bersama selamanya) Kabhi Na Kehna Alvida (jangan pernah ucapkan selamat tinggal) Hahaha....haaaaaa...haaa.. ooooo...Huuuwoooo.. Meri Hoke Hamesha Hi Rehna (setelah kau menjadi milikku tetaplah bersama selamanya) Kabhi Na Kehna Alvida (jangan pernah ucapkan selamat tinggal) *** female Teri Baahon Mein Hain Mere Dono Jahaan (dalam pelukanmu terletak dua duniaku) Tu Rahe Jidhar Meri Jannat Wahin (di mana kau berada, di sanalah surgaku) Jal Rahi Aggan Hai Jo Yeh Do Tarfa (api asmara yang membara di kedua sisi [antara kita]) Na Bujhe Kabhi, Meri Mannat Yahi (tak akan pernah padam, inilah harapanku) Tu Meri Aarzoo, Main Teri Aashiqui (kau adalah kerinduanku, aku adalah asmaramu) Tu Meri Shaayari, Main Teri Mausiqui (kau adalah syairku, aku adalah musikmu) * Talab Talab Talab Bas Teri Hai Mujhe (aku hanya dahaga akan dirimu seorang) Nason Mein Tu Nasha Banke Ghulna Yunhi (kau bagai arak yang terlarut dalam pembuluh darahku seperti ini) Meri Mohabbat Ka Karna Tu Haq Yeh Adaa (kau penuhi kewajibanmu untuk mencintaiku) Meri Hoke Hamesha Hi Rehna (setelah kau menjadi milikku tetaplah bersama selamanya) Kabhi Na Kehna Alvida (jangan pernah ucapkan selamat tinggal) Meri Subah Ho Tum Hi (kau adalah pagiku) Aur Tum Hi Shaam Ho (dan kaulah pula senjaku) Tum Dard Ho (kau adalah deritaku) Tum Hi Aaraam Ho (kaulah pula pelipurku) Meri Duaaon Se Aati Hai Bas Yeh Sadaa (hanya inilah suara yang bergema dari doa-doaku) Meri Hoke Hamesha Hi Rehna (setelah kau menjadi milikku tetaplah bersama selamanya) Kabhi Na Kehna Alvida (jangan pernah ucapkan selamat tinggal) Alvida.. (selamat tinggal) Oooooo..hohoho... Hooooo..lalalala...huwooooo..

Apa itu Jenayah Pedopihilia? (Erti dan Klasifikasi)

                         لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl بِسْــــــــــــــــــمِ-اﷲِالرَّحْمَنِ-اارَّحِيم

Pedofilia adalah sejenis gangguan psikologi di mana individu dewasa tertarik secara seksual kepada kanak-kanak yang belum baligh(cukup umur). Individu yang mempunyai masalah pedofilia ini akan melakukan seks dengan kanak-kanak atau menggunakan kanak-kanak untuk tujuan seks. Ini juga boleh dipanggil penderaan seks kanak-kanak. Namun, terdapat sesetengah orang mempunyai perasaan pedofilia tetapi tidak melakukan seks atau mendera kanak-kanak secara seksual.
Kata pedofilia berasal dari bahasa Yunani:paidophilia (παιδοφιλια)—pais (παις, "anak-anak") dan  philia (φιλια, "cinta yang bersahabat" atau "persahabatan",meskipun ini bererti harfiah  telah diubah terhadap daya tarik seksual di zaman  moden, berdasarkan gelar "cinta anak" atau "kekasih anak," dan sebahagian besar dalam konteks ketertarikan romantis atau seksual. Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD) mendefinisikan pedofilia sebagai "gangguan keperibadian dewasa dan perilaku" di mana ada pilihan seksual untuk anak-anak pada usia pubertas atau pada masa prapubertas awal. Istilah ini memiliki berbagai definisi seperti yang ditemukan dalam psikiatri, psikologi, bahasa setempat, dan  berdasarkan hukum.[1]
        Infantofilia, atau  nepiofilia, digunakan untuk merujuk pada ransangan seksual terhadap bayi dan kanak-kanak (biasanya umur 0-3).Pedofilia digunakan untuk individu dengan minat seksual utama pada anak-anak prapuber yang berusia 13 atau lebih muda. Hebephilia didefinisikan sebagai individu dengan minat seksual utama pada anak prapubertas yang berusia 11 hingga 14 tahun.[2]
Menurut Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Jiwa (DSM),Pedofilia adalah kelainan seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Orang dengan pedofilia umurnya harus di atas 16 tahun, sedangkan anak-anak yang menjadi korban berumur 13 tahun atau lebih muda (anak pre-pubertas). Dikatakan pedofilia jika seseorang memiliki kecenderungan impuls seks terhadap anak dan fantasi mahupun kelainan seks tersebut mengganggu si anak.[3]
Pedofilia lebih banyak dihidapi oleh laki-laki dari pada perempuan. Gangguan ini sering kali dikaitkan dengan  gangguan perasaan  dan perasaan resah , penyalahgunaan zat dan jenis-jenis  parafilia lainnya . Individu yang mengalami  pedophile boleh menjadi heteroseksual atau homoseksual. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kita dapat melihat bahawa  internet memiliki peranan  yang  semakin besar dalam  menyumbang kepada jenayah pedofilia; para pedophile memanfaatkan  internet untuk mengakses pornografi anak dan untuk menghubungi calon-calon mangsanya.
Kekerasan  jarang terjadi dalam pencabulan tersebut meskipun hal itu dapat berlaku, seperti yang  kadang  dilaporkan orang dalam berbagai berita besar di media. Namun, meskipun sebahagian besar pedophile tidak melukai korbannya secara fisikal, terdapat juga beberapa di antara suspek akan  sengaja menakut-nakuti si mangsa dengan, misalnya membunuh haiwan peliharaan si mangsa dan mengancam akan lebih menyakitinya jika si mangsa  melaporkan  kepada orang tuanya. Kadang –kala pedophile suka membelai si anak, namun ia juga dapat memain-mainkan alat kelamin si anak, mendorong si anak untuk memain-mainkan alat kelaminnya, dan, lebih jarang terjadi, mencuba memasukkannya ke alat kelamin si anak.
Pencabulan  tersebut boleh berlaku  selama beberapa minggu, bulan, atau tahun  jika tidak diketahui oleh orang dewasa lain atau  jika si anak  tidak melawan. Sejumlah kecil pedophile, yang juga dapat diklasifikasikan sebagai sadistis seksual atau berkeperibadian antisocial (psikopatik), menyakiti alat kelamin mereka secara fisikal dan menyebabkan kecederaan yang  serius kepada mangsa bahkan dapat membunuhnya.
Beberapa kajian menyatakan bahawa menggunakan pletismograph penile untuk mengukur  respon rangsangan terhadap stimulus seksual lebih tepat dibandingkan dengan melakukan self-report. Beberapa suspek lelaki yang menghidapi penyakit pedofilia ini telah membuktikan bagaimana mereka berasa teransang apabila menunjukkan respon gairah seksual yang lebih besar terhadap gambar anak perempuan telanjang atau yang setengah telanjang  jika dibandingkan dengan gambar wanita dewasa. Tetapi beberapa penderita pedophile lainnya ada yang menunjukkan respon yang sama terhadap gambar anak perempuan dan wanita dewasa. Secara motivasi, banyak pedophile yang menunjukkan sikap pemalu dan introvert, padahal berkeinginan untuk menguasai atau  mendominasi individu lain; beberapa juga termasuk mengidealkan aspek kekanak-kanakan seperti kemurnian, cinta yang polos, atau kesederhanaan.[4]

   Sejarah Pedofilia

      Pedofilia sebenarnya telah terjadi sebelum masa moden. Di Yunani fenomena pedofilia di awal-awal dikenal sebagai bentuk kejantanan  pada abad 6 Masehi. Kejantanan ini dikaitkan dengan proses spiritual kepercayaan masyarakat Yunani masa itu. Kemudian menjadi perdebatan antara proses roh spiritual dan  praktik erotisme.[5]
      Pedofilia pertama kali secara rasmi diakui dan disebut pada akhir abad ke-19. Sejak tahun 1980-an, sebab-sebab kenapa berlakunya pedofilia belum dikenal pasti secara tepat. Penelitian menunjukkan bahawa pedofilia mungkin bertindak balas dengan beberapa kelainan neurologis yang berbeza, dan sering bersamaan dengan adanya gangguan keperibadian lainnya dan patologi psikologis. Dalam konteks psikologi forensik dan penegakan hukum, berbagai tipologi telah disarankan untuk mengkategorikan pedofil menurut perilaku dan motivasinya.[6]
     Istilah erotika pedofilia diciptakan pada tahun 1886 oleh ahli enangani asal Wina, Richard von Krafft-Ebing dalam  tulisannya  ‘Psychopathia  Sexualis’. Istilah ini muncul pada bahagian yang berjudul “Pelanggaran Individu Pada Abad Empat belas,” yang berfokus pada aspek psikiatri forensik dari pelanggar seksual anak pada umumnya. Krafft-Ebing menjelaskan beberapa tipologi pelaku, membahagikan mereka menjadi asal-usul psikopatologis dan  non-psikopatologis, dan hipotesis beberapa faktor penyebab yang terlihat yang dapat mengarah pada pelecehan seksual terhadap anak-anak.
  Klasifikasi Pedofilia
Pedofilia dapat diklasifikasikan ke dalam 5 jenis, iaitu :
a        Pedofilia yang menetap
Individu  dengan pedofilia jenis  ini, menganggap dirinya terjebak pada lingkungan  anak. Mereka jarang bergaul dengan sesama usianya, dan memiliki hubungan yang lebih baik terhadap kanak-kanak. Mereka digambarkan sebagai lelaki dewasa yang tertarik pada kanak-kanak lelaki dan menjalin hubungan dengan kanak-kanak tersebut.
b        Pedofilia yang sifatnya regresi
Di lain pihak, orang dengan pedofilia regresi tidak tertarik pada kanak-kanak lelaki, biasanya bersifat heteroseks dan lebih suka pada kanak-kanak perempuan berumur 8 atau 9 tahun. Beberapa di antara mereka  telah menghadapi masalah di dalam hal rumah tangga hal ini yang menyebabkan timbulnya  rangsangan  pedofilia. Mereka menganggap anak sebagai pengganti wanita dewasa, dan tindakan mereka untuk menyerang mangsa awalnya bersifat  tiba-tiba dan tidak dirancang.
c      Pedofilia seks lawan jenis
Individu dengan pedofilia yang melibatkan anak perempuan, secara fizikal di diagnosis sebagai pedofilia regresi. Pedofilia lawan jenis umumnya mereka menjadi teman kanak-kanak perempuan tersebut, dan kemudian secara bertahap melibatkan kanak-kanak tersebut dalam hubungan seksual, dan sifatnya tidak memaksa. Seringkali mereka mencumbu  si anak atau  meminta anak mencumbu dengannya, dan mungkin melakukan stimulasi oral, jarang bersetubuh.
d       Pedofilia sesama jenis
Orang dengan pedofilia jenis ini lebih suka berhubungan seks dengan anak laki-laki ataupun anak perempuan di banding orang dewasa. Anak-anak tersebut berumur antara 10– 12 tahun. Aktiviti seksnya merupakan masturbasi dengan cara stimulasi oral ke atas kanak-kanak tersebut.
             Pedofilia wanita
Meskipun pedofilia lebih banyak oleh lelaki, tetapi juga dilakukan oleh wanita, meskipun jarang dilaporkan. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya perasaan keibuan pada wanita. Dan  kanak-kanak lelaki  tidak menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sifatnya negatif, kerana kes ini  kurang dilaporkan. Biasanya melibatkan anak berumur 12 tahun atau lebih muda.



1Pedophilia Dalam Pandangan Medis, 7 may 2012, http://online-pedophilia.blogspot.my/2012/05/pengertian-pedolfhilia.html, [23/11/2015]

[2] Pedophilia Dalam Pandangan Medis, 7 May,2012[23/11/2015]

3Aniez,Definisi Pedofilia,4 march 2010,http://aniezandmyprince.blogspot.my/2010/03/definisi-pedofilia.html,  [23/11/2015]
4 Pedofiia,19 September 2013, https://bidandelima.wordpress.com/2013/09/19/pedofilia/, [23/11/2015]

[5] Universiti Surabaya, Pedofilia Dari Masa Ke Masa , 26 May 2015, http://www.ubaya.ac.id/2014/content/articles_detail/127/Pedofilia-dari-Masa-Ke-Masa.html, [23/11/2015]

6 Pedophilia dalam pandangan medis, 7 may, http://online-pedophilia.blogspot.my/2012/05/pengertian-pedolfhilia.html, [23/11/2015]

Drama Review: Kill Me Heal Me

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl بِسْــــــــــــــــــمِ-اﷲِالرَّحْمَنِ-اارَّحِيم


Dalam slot drama review kali ni, kita akan menyentuh K-Drama yang bertajuk Kill Me Heal Me ( Bunuhku, Sembuhkan Ku). 

Pertama sekali, sahabat tonton drama ni atas cadangan coursemate yang baru selesai menamatkannya. Atas desakan dan cadangannya, sahabat pun download drama ni.

Drama Kill Me Heal me ini mengisahkan tentang seorang lelaki yang menghadapi penyakit D.I.D ( Dissociative Identity Disorder) atau lebih dikenali sebagai seseorang yang mempunyai personaliti yang pelbagai. Permulaan cerita menyaksikan imbasan akhbar dan seorang lelaki yang misteri yang mengumpul keratin berita mengenai sebuah kumpulan yang berpengaruh bernama Seung Jin Group. Kemudian kisah masuk kepada watak utama iaitu Cha Do Hyun yang mengalami split personaliti sedang duduk memberi laporan kepada seorang doktor yang dipercayai pakar dalam kes D.I.D. kemudian, watak heroin iaitu Oh Ri Jin diperkenalkan sebagai doktor psikiatri dan watak utama kedua iaitu Oh Ri On sebagai penulis misteri menggunakan nama pena Omega dan juga sebagai abang kembar Oh Ri Jin.

Kisah drama ni mula menghadapi konflik utama apabila Cha Do Hyun terpaksa menyembunyikan masalah yang dihadapi dari pengetahuan keluarga dan anasir luar iaitu keluarga sepupunya yang memegang hajat ingin merampas kedudukan utama lelaki tesebut sebagai pemegang warisan tunggal Seung Jin Group. Oh Ri Jin kemudian dipilih dan atas dasar belas kasihan, dia bersetuju untuk menjadi doktor peribadi Cha Do Hyun. Menyelang tugas dan masa bersama, mereka berdua mula jatuh cinta antara satu sama lain. Oh Ri Jin berusaha mengawal Cha Do Hyun dan personalitinya yang lain agar tidak menganggu kehidupan Cha Do Hyun sebagai timbalan presiden I.D Entertainment. 

Selingan sampingan yang menjadi plot menarik dalam drama ini ialah kisah penderaan dan trauma akibat penderaan. Kesan daripada peristiwa hitam semasa zaman kanak-kanak menyebabkan Cha Do Hyun menjadi trauma dan zahirnya menyebabkan dia mewujudkan pelbagai personaliti sebagai mekanisma mempertahankan mental. Personaliti yang muncul ialah Shin Segi, Perry Park, AhnYoseob, Ahn Yuna, Nana dan Mr X. 

Sebenarnya drama ni merupakan hasil penulis yang sama menulis kisah The Moon That Embraces The Sun iaitu Jin Soo Wan. Makanya terdapat beberapa scene yang sahabat perasan mempunyai persamaan antara kedua-dua drama ni. Kemudian, selingan unsur kekelurgaan itu kuat diterapkan sama juga TMTETS. Sahabat menyukai unsur keceriaan dalam keluarga Oh yang bertentangan dengan kekelaman keluarga Cha Seung Jin. Pertalian adik beradik antara Oh Ri On dan Oh Ri Jin sangat mencuit hati, ditambah pula dengan kewujudan personaliti Ahn Yuna sebagai comedic reliever. 

Watak kegemaran sahabat ialah Oh Ri On dan Shin Se Gi. Dua-duanya handsome dan kelakar. Ah~ Suara Ji Sung dalam membawa watak Shin Se Gi sangat berkesan. Lakonan Ji Sung memang layak mendapat pujian kerana setiap watak dimainkan dengan sangat baik. Buktinya sahabat menangis apabila setiap kali personalitinya mula mengucap selamat tinggal. Drama ni dikisahkan dengan baik, cuma apa yang sahabat keliru ialah mengenai kisah ayah dan mak tiri Cha Do Hyun. Kill Me Heal Me boleh dikategorikan sebagai drama yang unik dan tidak bosan ditengok berulang kali. Saat komedi, serius dan suspens digaul dengan cantik ditambah pula dengan percintaan yang tidak cliché. Jadi sahabat mencadangkan kalian tengok drama ni. 


Babak menarik bagi sahabat ialah setiap babak yang melibatkan Oh Ri On. Haha. Park Seo Joon pandai membawa watak yang kelakar tapi dalam masa mempunyai tarikan tersendiri. Apabila Ahn Yuna muncul dengan aura pink dan fangirling dengan artis kpop dan oppanya. Hahaha. 

Novel Review : Sunan (Nanggroe Sang Kembara)

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 بِسْــــــــــــــــــمِ-اﷲِالرَّحْمَنِ-اارَّحِيم

Novel Review kali ni, ialah salah satu karya penulis terkenal iaitu Sunan : Nanggroe Sang Kembara. Novel ke 23 karya Ramlee Awang Murshid (RAM).

Novel ni sebenarnya sudah lama dalam pegangan sahabat. Disebabkan kekangan masa, baru sekarang sahabat berkesempatan untuk membacanya. Hanya dalam masa dua hari sahaja, sahabat sudah berjaya habis baca.

Menurut sinopsis di belakang buku, Sunan ini mengisahkan Saifuddin, yang membawa diri, merajuk ke Acheh dan diangkat menjadi anak angkat Wali Sufi. Beliau belajar ilmu agama dengan mendalam dan turut berlatih dalam persilatan. Kemudian, Ratna Sag Ratu menyusup ke bumi Acheh untuk membunuh Wali Sufi bagi menghancurkan keampuhan Acheh daripada serangan Kerajaan Pulau Utara. Engku Aminah, anak kerabat istana Pagar Ruyong yang rupawan mula jatuh kasih pada Saifuddin biarpun dalam tempoh singkat. Malangnya Ratna menjadi penghalang. Ada sekelumit rasa cemburu membadai jiwanya.

Nilai cinta klasik dalam novel benar-benar menarik perhatian sahabat. Pada mulanya, sahabat bersangka ia merupakan kisah bosan si pendekar, namun sahabat tersilap. Tidak sampai beberapa bab, sahabat sudah tertarik dan khusyuk membaca. Kisah klasik pendekar silat yang mendalami ilmu agama ini unik dengan diselitkan perasaan fitrah dalam diri manusia iaitu kejahatan, hasad dengki dan cinta. Sahabat menyukai susunan jalan cerita yang teratur dan mudah difahami.

RAM seperti yang diketahui ramai merupakan penulis yang mempunyai gaya tulisan yang tersendiri. Biarpun terdapat banyak kosa kata klasik yang digunakan, sahabat masih lagi dapat memahami dengan mudah. Kisah yang berlatar belakangkan zaman Kesultanan Melayu Melaka dan Acheh ni tidak membosankan walaupun ia masih boleh dikategorikan sebagai sejarah fiksyen. Dialog-dialog yang digunakan juga lebih banyak dalam bahasa Melayu klasik yang kedengaran seperti bahasa Indonesia sekarang.

Sedang sahabat ralit membaca, dan tidak sabar mengetahui siapakah akan memenangi pertarungan antara Ratna Sang Ratu dan Saifuddin, tiba-tiba, BERSAMBUNG. Ketika itu, tergetus rasa amarah dan berang sahabat. Apakah yang berlaku pada Saifuddin? Adakah Aminat mati? Apa Ratna akan lakukan? Pelbagai persoalan melompat keluar dari kotak fikiran sahabat. Akhirnya sahabat mengerti selepas membaca tinta penulis yang diselitkan dalam novel tersebut. Rupanya novel Sunan: Nanggroe Sang Kembara ini merupakan jilid ke-6 dalam penyusunan karya Sunan. Novel sebelum ini sudahpun wujud dalam mengisahkan Saifuddin dan Ratna Sang Ratu seperti Bagaikan Puteri, Cinta Sang Ratu, Hijab Sang Pencinta, Cinta Sufi, Sutera Bidadari dan Sunan Musafir. Timbul pula perasaan tamak sahabat untuk membeli semua novel tersebut.


Namun apa yang pasti, karya ini boleh dianggap karya terbaik RAM. Sahabat betul-betul menyukai novel ni walaupun dan tidak sabar untuk mengetahui kesinambungan perjalanan hidup Saifuddin. Sejujurnya sahabat mencemburui bakat RAM sebagai penulis yang mampu menarik pembaca ke alam sesebuah latar novel, membuatkan pembaca khusyuk. Seandainya sahabat mampu berbuat perkara yang sama sebagai seorang penulis. 

Drama Review: Bitter Blood (Download link Eng Sub)

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ-اﷲِالرَّحْمَنِ-اارَّحِيم

Yeah, its japanese drama time. Baru-baru ni sahabat mengikuti perkembangan seorang pelakon dari negera matahari terbit bernama Sato Takeru. Dalam pada itu, sahabat tertarik dengan beberapa drama dan filem lakonannya yang mantap.. pergh. Untuk itu, kali ni sahabat akan review drama Bitter Blood dan sertakan sekali link untuk rakan semua memuat turun.. :D




Drama ini menyentuh aspek persahabatan dalam kekeluargaan. Yang mana nilai sepatutya ada dalam drama-drama melayu sekarang, tapi sayang, sekarang susah nak cari drama melayu berkualiti. Bitter Blood atau Partner by Blood mengisahkan pertemuan semula seorang ayah dan anak dalam satu unit polis yang sama. Si ayah yang digelar Gentle mempunyai personaliti yang berbeza dengan anaknya Sahara Natsuki (Lakonan Sato Takeru) dan mereka sering bertelagah dalam menyelesaikan kes. Namun apa yang pasti, 'kemana tumpahnya kuah kalau tidak ke nasi', yang mana dalam pertengkaran mereka, mereka banyak persamaan dalam beberapa aspek. Drama 11 episod ini merungkai satu persatu masalah dan dalam setiap episod itu diselitkan mesej jalinan seorang ayah dan anak. 

Sahabat rasa drama ni memang sangat bagus, malah gerapan aksi setiap episod dipersembahkan baik oleh setiap pelakon. Malah, secara langsung sahabat dapat mengetahui tingkah laku seorang polis yang sebenar. Tapi, ia tidak sama seperti cerita Gerak Khas ya.. Lain! Hahaha. 

Watak Sato Takeru sebagai Sahara Natsuki atau Junior, seorang detektif baru yang lurus, sangat comel! >/////< Take chan~ awak dapat seorang peminat baru ni~ 

Selain aksi, drama ini turut disertakan comedy relief yang mana tidak membosankan, dan bagaimana setiap karakter di unit polis itu dikembangkan episod demi episod juga dikaitkan dengan perkembangan cerita yang baik. Cuma sayang, aspek romance yang cuba digarap seolah tidak sampai malah watak seorang saja heroin juga tidak membawa seri. Untuk chemistry setiap pelakon memang dipuji sebab Atsuro Watabe dengan Sato memang sesuai digandingkan sebagai ayah anak. 

OST drama ini yang utama, ost terbaik sahabat rasa untuk drama jepun, memang sesuai sangat dengan genre drama Bitter Blood ni iaitu Do You Ever Shine. Muzik dia memang sangat menonjolkan aura, dan kredit harus diberi sepenuhnya kepada media grafik yang edit bahagian Opening sebab sangat best. Sahabat malah mengulang banyak kali bahagian opening sebab terlalu suka. 

Bitter Blood Eng Sub (Ep 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11) 

Bitter Blood main OST






 
Penulis Bongsu Blogger Template by Ipietoon Blogger Template