Thursday, 21 January 2016

Apa itu Jenayah Pedopihilia? (Erti dan Klasifikasi)

                         لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl بِسْــــــــــــــــــمِ-اﷲِالرَّحْمَنِ-اارَّحِيم

Pedofilia adalah sejenis gangguan psikologi di mana individu dewasa tertarik secara seksual kepada kanak-kanak yang belum baligh(cukup umur). Individu yang mempunyai masalah pedofilia ini akan melakukan seks dengan kanak-kanak atau menggunakan kanak-kanak untuk tujuan seks. Ini juga boleh dipanggil penderaan seks kanak-kanak. Namun, terdapat sesetengah orang mempunyai perasaan pedofilia tetapi tidak melakukan seks atau mendera kanak-kanak secara seksual.
Kata pedofilia berasal dari bahasa Yunani:paidophilia (παιδοφιλια)—pais (παις, "anak-anak") dan  philia (φιλια, "cinta yang bersahabat" atau "persahabatan",meskipun ini bererti harfiah  telah diubah terhadap daya tarik seksual di zaman  moden, berdasarkan gelar "cinta anak" atau "kekasih anak," dan sebahagian besar dalam konteks ketertarikan romantis atau seksual. Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD) mendefinisikan pedofilia sebagai "gangguan keperibadian dewasa dan perilaku" di mana ada pilihan seksual untuk anak-anak pada usia pubertas atau pada masa prapubertas awal. Istilah ini memiliki berbagai definisi seperti yang ditemukan dalam psikiatri, psikologi, bahasa setempat, dan  berdasarkan hukum.[1]
        Infantofilia, atau  nepiofilia, digunakan untuk merujuk pada ransangan seksual terhadap bayi dan kanak-kanak (biasanya umur 0-3).Pedofilia digunakan untuk individu dengan minat seksual utama pada anak-anak prapuber yang berusia 13 atau lebih muda. Hebephilia didefinisikan sebagai individu dengan minat seksual utama pada anak prapubertas yang berusia 11 hingga 14 tahun.[2]
Menurut Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Jiwa (DSM),Pedofilia adalah kelainan seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual yang melibatkan anak di bawah umur. Orang dengan pedofilia umurnya harus di atas 16 tahun, sedangkan anak-anak yang menjadi korban berumur 13 tahun atau lebih muda (anak pre-pubertas). Dikatakan pedofilia jika seseorang memiliki kecenderungan impuls seks terhadap anak dan fantasi mahupun kelainan seks tersebut mengganggu si anak.[3]
Pedofilia lebih banyak dihidapi oleh laki-laki dari pada perempuan. Gangguan ini sering kali dikaitkan dengan  gangguan perasaan  dan perasaan resah , penyalahgunaan zat dan jenis-jenis  parafilia lainnya . Individu yang mengalami  pedophile boleh menjadi heteroseksual atau homoseksual. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kita dapat melihat bahawa  internet memiliki peranan  yang  semakin besar dalam  menyumbang kepada jenayah pedofilia; para pedophile memanfaatkan  internet untuk mengakses pornografi anak dan untuk menghubungi calon-calon mangsanya.
Kekerasan  jarang terjadi dalam pencabulan tersebut meskipun hal itu dapat berlaku, seperti yang  kadang  dilaporkan orang dalam berbagai berita besar di media. Namun, meskipun sebahagian besar pedophile tidak melukai korbannya secara fisikal, terdapat juga beberapa di antara suspek akan  sengaja menakut-nakuti si mangsa dengan, misalnya membunuh haiwan peliharaan si mangsa dan mengancam akan lebih menyakitinya jika si mangsa  melaporkan  kepada orang tuanya. Kadang –kala pedophile suka membelai si anak, namun ia juga dapat memain-mainkan alat kelamin si anak, mendorong si anak untuk memain-mainkan alat kelaminnya, dan, lebih jarang terjadi, mencuba memasukkannya ke alat kelamin si anak.
Pencabulan  tersebut boleh berlaku  selama beberapa minggu, bulan, atau tahun  jika tidak diketahui oleh orang dewasa lain atau  jika si anak  tidak melawan. Sejumlah kecil pedophile, yang juga dapat diklasifikasikan sebagai sadistis seksual atau berkeperibadian antisocial (psikopatik), menyakiti alat kelamin mereka secara fisikal dan menyebabkan kecederaan yang  serius kepada mangsa bahkan dapat membunuhnya.
Beberapa kajian menyatakan bahawa menggunakan pletismograph penile untuk mengukur  respon rangsangan terhadap stimulus seksual lebih tepat dibandingkan dengan melakukan self-report. Beberapa suspek lelaki yang menghidapi penyakit pedofilia ini telah membuktikan bagaimana mereka berasa teransang apabila menunjukkan respon gairah seksual yang lebih besar terhadap gambar anak perempuan telanjang atau yang setengah telanjang  jika dibandingkan dengan gambar wanita dewasa. Tetapi beberapa penderita pedophile lainnya ada yang menunjukkan respon yang sama terhadap gambar anak perempuan dan wanita dewasa. Secara motivasi, banyak pedophile yang menunjukkan sikap pemalu dan introvert, padahal berkeinginan untuk menguasai atau  mendominasi individu lain; beberapa juga termasuk mengidealkan aspek kekanak-kanakan seperti kemurnian, cinta yang polos, atau kesederhanaan.[4]

   Sejarah Pedofilia

      Pedofilia sebenarnya telah terjadi sebelum masa moden. Di Yunani fenomena pedofilia di awal-awal dikenal sebagai bentuk kejantanan  pada abad 6 Masehi. Kejantanan ini dikaitkan dengan proses spiritual kepercayaan masyarakat Yunani masa itu. Kemudian menjadi perdebatan antara proses roh spiritual dan  praktik erotisme.[5]
      Pedofilia pertama kali secara rasmi diakui dan disebut pada akhir abad ke-19. Sejak tahun 1980-an, sebab-sebab kenapa berlakunya pedofilia belum dikenal pasti secara tepat. Penelitian menunjukkan bahawa pedofilia mungkin bertindak balas dengan beberapa kelainan neurologis yang berbeza, dan sering bersamaan dengan adanya gangguan keperibadian lainnya dan patologi psikologis. Dalam konteks psikologi forensik dan penegakan hukum, berbagai tipologi telah disarankan untuk mengkategorikan pedofil menurut perilaku dan motivasinya.[6]
     Istilah erotika pedofilia diciptakan pada tahun 1886 oleh ahli enangani asal Wina, Richard von Krafft-Ebing dalam  tulisannya  ‘Psychopathia  Sexualis’. Istilah ini muncul pada bahagian yang berjudul “Pelanggaran Individu Pada Abad Empat belas,” yang berfokus pada aspek psikiatri forensik dari pelanggar seksual anak pada umumnya. Krafft-Ebing menjelaskan beberapa tipologi pelaku, membahagikan mereka menjadi asal-usul psikopatologis dan  non-psikopatologis, dan hipotesis beberapa faktor penyebab yang terlihat yang dapat mengarah pada pelecehan seksual terhadap anak-anak.
  Klasifikasi Pedofilia
Pedofilia dapat diklasifikasikan ke dalam 5 jenis, iaitu :
a        Pedofilia yang menetap
Individu  dengan pedofilia jenis  ini, menganggap dirinya terjebak pada lingkungan  anak. Mereka jarang bergaul dengan sesama usianya, dan memiliki hubungan yang lebih baik terhadap kanak-kanak. Mereka digambarkan sebagai lelaki dewasa yang tertarik pada kanak-kanak lelaki dan menjalin hubungan dengan kanak-kanak tersebut.
b        Pedofilia yang sifatnya regresi
Di lain pihak, orang dengan pedofilia regresi tidak tertarik pada kanak-kanak lelaki, biasanya bersifat heteroseks dan lebih suka pada kanak-kanak perempuan berumur 8 atau 9 tahun. Beberapa di antara mereka  telah menghadapi masalah di dalam hal rumah tangga hal ini yang menyebabkan timbulnya  rangsangan  pedofilia. Mereka menganggap anak sebagai pengganti wanita dewasa, dan tindakan mereka untuk menyerang mangsa awalnya bersifat  tiba-tiba dan tidak dirancang.
c      Pedofilia seks lawan jenis
Individu dengan pedofilia yang melibatkan anak perempuan, secara fizikal di diagnosis sebagai pedofilia regresi. Pedofilia lawan jenis umumnya mereka menjadi teman kanak-kanak perempuan tersebut, dan kemudian secara bertahap melibatkan kanak-kanak tersebut dalam hubungan seksual, dan sifatnya tidak memaksa. Seringkali mereka mencumbu  si anak atau  meminta anak mencumbu dengannya, dan mungkin melakukan stimulasi oral, jarang bersetubuh.
d       Pedofilia sesama jenis
Orang dengan pedofilia jenis ini lebih suka berhubungan seks dengan anak laki-laki ataupun anak perempuan di banding orang dewasa. Anak-anak tersebut berumur antara 10– 12 tahun. Aktiviti seksnya merupakan masturbasi dengan cara stimulasi oral ke atas kanak-kanak tersebut.
             Pedofilia wanita
Meskipun pedofilia lebih banyak oleh lelaki, tetapi juga dilakukan oleh wanita, meskipun jarang dilaporkan. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya perasaan keibuan pada wanita. Dan  kanak-kanak lelaki  tidak menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sifatnya negatif, kerana kes ini  kurang dilaporkan. Biasanya melibatkan anak berumur 12 tahun atau lebih muda.



1Pedophilia Dalam Pandangan Medis, 7 may 2012, http://online-pedophilia.blogspot.my/2012/05/pengertian-pedolfhilia.html, [23/11/2015]

[2] Pedophilia Dalam Pandangan Medis, 7 May,2012[23/11/2015]

3Aniez,Definisi Pedofilia,4 march 2010,http://aniezandmyprince.blogspot.my/2010/03/definisi-pedofilia.html,  [23/11/2015]
4 Pedofiia,19 September 2013, https://bidandelima.wordpress.com/2013/09/19/pedofilia/, [23/11/2015]

[5] Universiti Surabaya, Pedofilia Dari Masa Ke Masa , 26 May 2015, http://www.ubaya.ac.id/2014/content/articles_detail/127/Pedofilia-dari-Masa-Ke-Masa.html, [23/11/2015]

6 Pedophilia dalam pandangan medis, 7 may, http://online-pedophilia.blogspot.my/2012/05/pengertian-pedolfhilia.html, [23/11/2015]

0 comments:

 
Penulis Bongsu Blogger Template by Ipietoon Blogger Template